Museum Kailasa Dieng: Jejak Sejarah Negeri Para Dewa

Museum Kailasa diberi nama sesuai dengan nama gunung tempat tinggal Dewa Syiwa

0
868

Museum Kailasa berdiri kokoh berdekatan dengan kawasan Candi Arjuna. Terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Museum yang diresmikan pada tanggal 28 Juli 2008 ini digunakan sebagai tempat penyimpanan jejak sejarah peradaban Dataran Tinggi Dieng.

Berjalan menaik dan masuk ke dalam museum. Kamu akan disuguhi berbagai macam benda peninggalan sejarah peradaban Dataran Tinggi Dieng, seperti arca, batu prasasti, kemuncak atau atap candi, lingga dan yoni, serta benda sejarah lainnya. Pada dinding museum juga diberi panel-panel berupa gambar yang menceritakan tentang seluk beluk Dieng, kehidupan sehari-hari masyarakat Dieng, kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.

hari-hara
Foto: HARI-HARA, arca yang menggambarkan Siwa dan Wisnu dalam satu tokoh (dokumen pribadi)
panel-dinding-yang-menjelaskan-bahwa-siwa-menjadi-dewa-utama-di-dieng
Foto: Panel pada dinding museum, Siwa menjadi dewa utama di Dieng (Dokumen pribadi)

Koleksi  di dalam museum semakin bertambah, seiring kesadaran masyarakat lokal yang dengan senang hati melaporkan dan memberikan setiap penemuan baru benda bersejarah kepada pihak museum.

Di Museum Kailasa kamu juga bisa menonton pemutaran film tentang sejarah Dieng. Durasi film tidak memakan waktu yang lama kok. Dari film ini kamu dapat mengetahui sejarah terbentuknya Dataran Tinggi Dieng setelah letusan Gunung Prahu Tua, tentang sistem kepercayaan masyarakat Dieng, tentang kehidupan masyarakat Dieng, dan sejarah lainnya hingga kondisi masyarakat Dieng saat ini.

ruang-pemutaran-film-museum-kailasa
Foto: Ruang pemutaran film di museum kailasa, (dokumen pribadi)

Kapan terakhir kali kamu mengunjungi museum?
Catet nih!: Museum Kailasa buka setiap hari dari jam 7 pagi hingga jam 5 Sore. Tiket masuk bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 5.000,-/orang.

“Museum adalah tempat kita mengabadikan benda-benda bersejarah. Perhatikan bendanya, pelajari filsafat-filsafat yang dikandungnya. Yang kita dapatkan adalah Toleransi menghasilkan Harmoni, Harmoni melahirkan Kebahagiaan”
~ Jero Wacik (MENBUDPAR 2008)

quotes-jero-wacik-museum-kailasa

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Beri Komentar dan Bagikan!

Leave a Reply